Selasa, 29 September 2015

[Review] Wardah Pore Tightening Toner

Review kali ini adalah review pertama saya tentang skin care. Semoga dengan adanya review ini bisa membantu kalian memilih skin care yang cocok dengan jenis kulit.

Sebagai orang yang mudah tergiur dengan klaim mengecilkan pori, tentu saya sangat tertarik untuk mencoba toner dari rangkaian acne series ini. Apalagi toner ini harganya lumayan terjangkau yaitu sekitar 23 ribu rupiah saja. Klaimnya adalah dapat mengurangi produksi minyak berlebih dan mengecilkan pori tanpa membuat kulit kering karena mengandung aloe vera. Kiranya cocok untuk kulit wajah saya yang kombinasi berminyak dan dehidrasi :)

Botolnya bening dengan toner berwarna biru cerah. Tutupnya model ulir, jadi gak gampang tumpah kalau dibawa-bawa. Sebenarnya kurang travel friendly karena botolnya gemuk. Tetapi bisa disiasati dengan memindahkannya ke dalam botol spray kecil.

Wanginya seger. Efek di wajah juga gak panas. Hanya ada sedikit rasa semriwing.

Cara penggunaan tergantung kebiasaan masing-masing ya. Kalau saya lebih suka saya aplikasikan langsung tanpa kapas. Biasanya saya pakai toner ini setelah mandi dan sebelum memakai pelembab baik siang maupun malam.

Setelah penggunaan selama berbulan-bulan (gak tau sudah berapa bulan karena ini akhirnya jadi toner andalan saya), pori-porinya gak mengecil (hehe) tetapi minyak di wajah berkurang. Biasa banget ya efeknya. Trus kenapa bisa jadi toner andalan saya??? Nah ini nih yang bikin saya gak mau ganti toner lain. Toner ini gak bikin wajah saya kering meskipun saya pakeknya tiap hari pagi dan malem.

Bisa mencegah jerawatkah (berhubung ini rangkaian acne series)?? Saya masih rutin dikunjungi tamu bulanan yaitu menstruasi lengkap dengan jerawatnya. Tapi selama menggunakan toner ini, jerawat tidak meradang apalagi sampai bernanah. Lumayan lah untuk mengurangi penderitaan :)

Repurchase? Selalu :)
Buat apa gonta-ganti produk kalau sudah ada yang cocok di kulit dan di dompet? :)

Sekian review dari saya. Semoga bisa membantu. Ulasan di atas adalah pengalaman saya selama memakai produk ini. Cocok di saya belum tentu cocok di orang lain. Perawatan dari dalam juga penting. Konsumsi air putih yang cukup dan istirahat cukup bisa membantu mempercantik kulit kita.

[Review] Smartphone Lenovo A536

Kali ini saya akan mengulas tentang Lenovo A536, ponsel pintar kelas menengah tetapi berkesan premium dari Lenovo. Review ini saya buat berdasarkan pengalaman saya sendiri selama menggunakan ponsel cantik ini.

Lenovo memang jagonya mengeluarkan produk terjangkau dengan spesifikasi mumpuni. Penyematan OS Android Kitkat dan penggunaan processor Quad Core pada ponsel cantik ini menjadi bukti nyata kualitas produk ini. Produk ini hadir dengan 2 pilihan warna yakni putih dan hitam. Balutan bazel body berbahan plastik berwarna metalic memberikan kesan mewah layaknya ponsel mahal. Dengan ketipisan10 mm, tentunya ponsel ini nyaman digenggam dan mudah dioperasikan.

Berikut spesifikasi, kelebihan dan kekurangan Lenovo A536 yang tentu menarik untuk disimak.

Desain

Kita mulai review ini dengan mengulas bagian desain. Di bagian depan ponsel terdapat logo Lenovo, earpiece, kamera depan beresolusi 2mp, led notifikasi, layar dengan bentang 5 inch serta tiga tombol capacitive yaitu menu, home &back. Di sisi kanan ada tombol power & lock dan tombol pengatur volume. Sementara di sisi kiri tidak terdapat apapun. Di bagian atas terdapat port 3,5 mm head set jack dan micro usb port. Di bagian bawah hanya terdapat microphone. Di bagian belakang tersemat kamera belakang beresolusi 5mp disertai led flash, microphone, logo Lenovo dan speaker.

Back cover berbahan plastik mengkilap. Agak licin digenggam jika tangan dalam keadaan berkeringat atau basah, tetapi tidak mudah kotor. Penempatan tombol volume dan lock berada di posisi yang pas, cukup terjangkau dengan penggunaan satu tangan.

Layar

Menggunakan layar seluas 5 inch dengan resolusi sangat kecil yaitu hanya 480 x 854 pixels dan kerapatan ~196 ppi serta belum HD. Hal itu berakibat menjadikan gambar terlihat kurang cerah dan tajam, apalagi layar juga belum mengadopsi layar berteknologi IPS. Kelemahan yang lain adalah layarnya tidak menggunakan proteksi apa-apa. Jadi, kita harus memasang anti gores.

Kinerja

Lenovo A536 telah menanam Chipset Mediatek MT6582M dengan processor Quad-core 1.3 GHz dan didampingi Ram berukuran 1GB serta pengolahan grafis Mali-400MP2. Hal itu membuat ponsel ini mampu menjalankan aplikasi dengan baik termasuk game. Ditunjang oleh OS Android 4.4.2 Kitkat yang membuat ponsel ini semakin efisien dalam menjalankan aplikasi. Untuk media penyimpanan, sudah disediakan 8 GB dan dapat ditambah slot microSD sampai 32GB. Dengan ukuran baterai yang terbilang lumayan besar yaitu 2000 mAh diklaim mampu bertahan 12 jam dalam kondisi 3G dan bertahan selama 15 jam 30 min saat aktif kondisi 2G. Hasil Benchmark juga terbilang lumayan untuk ponsel di bawah 1,5 juta.

Yang menarik lainnya dari ponsel ini adalah kita bisa setting penyimpanan default-nya ke memori eksternal. Jadi, aplikasi game bisa disimpan di memori eksternal saja. Tentunya kelebihan yang satu ini menjadi idaman gamers. Namun sayangnya, ponsel ini tidak dilengkapi dengan sensor magnetic untuk kompas.

Untuk akses internet, ponsel ini mengadopsi teknologi HSPA+ internet berkecepatan 21 mbps. Maka keperluan internet sehari-hari seperti media sosial, game, serta video audio streaming bisa berjalan lancar. Ponsel ini juga sudah support dual simcard, meskipun jaringan di sim 2 hanya sebatas edge.

Kamera

Menggunakan kamera dengan resolusi 5mp disertai led flash terbilang cukup untuk ponsel terjangkau ini. Hasilnya juga tidak mengecewakan. Untuk kamera depan jangan berekspektasi tinggi karena ponsel ini hanya menyematkan kamera beresolusi 2mp.

Harga

Ponsel ini dibandrol dengan harga 1,6 jutaan saat pertama kali launching. Sedangkan update harga untuk bulan ini sekitar 1,2 jutaan. Masih terbilang murah dan bersaing untuk smartphone kelas menengah.

Kesimpulannya adalah Lenovo A536 ini dapat dikatakan salah satu yang terbaik di kelasnya. Menawarkan kamera yang cukup baik, performa baik, layar lumayan, desain yang cantik dan performa baterai yang terbilang rata-rata kalau menurut saya.

Hal yang saya sayangkan yang tidak hadir pada smartphone ini adalah keberadaan sensor magnetic untuk kompas. Tetapi semua kembali kepada keperluan masing-masing. Sekarang pembaca sudah tahu apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan oleh smartphone ini.

Sekian review dari saya. Semoga pembaca sekalian terbantu dengan adanya review ini. Jika ada kekurangan, pembaca bisa membantu dengan memberikan kritik dan saran yang tentu akan sangat membantu untuk review berikutnya.

Di bawah ini adalah screenshot hasil benchmark dan hasil jepretan kamera Lenovo A536.